Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Jepit dan Wajik Camilan Khas Lebaran
Jepit (atas) dan Wajik camilan tempo dulu yang keluar hanya saat lebaran saja

Jepit dan Wajik Camilan Khas Lebaran

Momen Idul Fitri 1440 H hari pertama kemarin saya sekeluarga melakukan silaturrahmi sambil saling bermaafan dengan keluarga, tetangga, saudara dan handai tolan di sekitar kediaman.

Seusai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid AL Hibah di belakang rumah, saya langsung pulang ke rumah dan sudah ditunggu oleh istri dan anak-anak yang sudah siap untuk berlebaran di rumah.

Kesempatan pertama saya bermaafan dengan istri dan anak di rumah, berlanjut ke Ibu Mertua yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah saya, di sana sudah banyak saudara, kakak, adik dan keponakan untuk berlebaran salaing bermaafan dan saling berbagi angpau, dari orang tua pada anak dan keponakan, atau dari saudara yang sudah bekerja pada saudara-saudara yang masih sekolah, besarannya bervariasi antara 10 -100 ribuan dan biasanya dengan uang baru yang sudah disiapkan sebeumnya dan dimasukkan dalam amplop kecil.

Setelah itu saya lanjutkan perjalanan silaturrahmi ke rumah ibu yang berjarak hanya 100 meter dari rumah saya, sesampai di rumah ibu saya langsung bersimpuh di hadapannya sambil memegang erat tangannya untuk minta maaf dan minta didoakan untuk keselamatan dunia dan akherat, ingat " Ridho Allah tergantung Ridho orang tua " maka sayapun larut dalam derai air mata karena tinggal Ibu yang masih hidup, sementara Bapak saya sudah 28 tahun meninggalkan kami semua, itu tepatnya tahun 1991, setahun setelah saya wisuda dari UNESA.

Sesudah bermaafan dengan ibu, dan bercengkerama dengan saudara di rumah ibu saatnya menikmati hidangan makan yang disediakan oleh Kakah kedua Ibu Hj. Sampiyah yang rumahnya bersebelahan dengan ibu, menunya lontong kikil dengan es sinom dan buah anggur kesukaan saya.

Seusai menikmati makanan berat, mata saya tertuju pada makanan khas lebaran tempo dulu yang sekarang belum tentu ada di rumah milenial, kecuali di rumah orang yang sudah tua di atas usia 70-an ke atas. Ibu saya sudah berusia hampir 80 tahun dan masih menyediakan makanan tradisional yang hanya ada dan keluar saat momen lebaran yaitu Wajik dan Jepit

Wajik, seduai dengan namanya bentuknya segi empat dengan ujung lancip, bahannya dari ketan dicampur dengan kelapa dan gula yang dicetak berbentuk wajik (segi tiga), rasanya pasti manis dan enak sekali.

Jepit, dari tepung dan cicetak dengan alat penjepit, maka kue kering tersebut dinamakan Jepit, rasanya renyah, manis dan enak.

Kedua makanan ringan tersebut selalu ada hanya saat momen lebaran dan saya sudah merasakannya hampir setengah abad, sesuai dengan usia saya dan itu selalu mengingatkan memori saya saat lebaran waktu kecil, karena saat itu hanya kue itu yang tersedia di meja saat lebaran ditambah dengan tape, rengginang, kacang dan jagung serta buah pisang.

Nikmatnya merasakan lebaran hari pertama dengan kue tradisional khas orang kampung di Gresik Jawa Timur, bagaimana dengan cerita lebaran Anda?

Rumahku, 2 Syawal 1440 H/ 6 Juni 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Lebaran momen keluarnya penganan klasik. Taqqaballahu minna wa minkum pak Haji.

06 Jun
Balas

Taqobbal Ya Karim, Pak Agus sudah mudikļ¼Ÿ ayo tulis cerita menariknya untuk Antologi ke-4

06 Jun

Hm nyam nyam enak, barokallah

06 Jun
Balas

Alhamdulillah Pak Saihodin, Barokallah

06 Jun

Mantap sobat, di Makassar kue jepit tsb namanya doi-doi. Doi artinya uang. Jadi kue yg modelnya spt uang koin. Kebanyakan dibuat model bundar sot yang. Rasanya jg manis, gurih, dan renyah. Cocik utk sgl umur

06 Jun
Balas

Mantab Pak Ali , Barokallah

06 Jun

Eaaaa asyeeekknya berlebaran, seluruh dunia ikut menikmatinya.....ea ea...salam silaturohmi....Jangan lupa kirim jepit dan wajiknya njih Bp Haji Syaihu.....hehehe

06 Jun
Balas

Monggo, barter dengan Jenang Kudus ya Bu, Barokallah, Indahnya Lebaran, ayo ibu tulis cerita lebarannya jadi naskah buku ANtologi ke-4 " Tradisi Lebaran Unik di Kampung Halaman/Tanah Kelahiran"

06 Jun
search