Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Teddy Bear I Love You ( Novel Rahma 25)
Rahmatus Sakinah Penulis Novel Teddy Bear I Love You di Lawang Sewu Semarang 2016 (dokpri)

Teddy Bear I Love You ( Novel Rahma 25)

Prilly memang sangat dekat dengan fans-nya, bahkan ia sudah menganggap fans itu keluargannya sendiri. Jadi, ketika salah satu fans-nya menangis atau sedang bersedih ia langsung memberi pelukan atau kata-katanya untuk menenangkannya.

Prilly yang hari itu datang ke Jogja City Mall untuk nobar film terbarunya. Aku sangat senang karena tidak sengaja ketemu Piyi disaat aku sedang terpuruk, disaat aku butuh semangat, maka ia datang lalu memberiku semangat untuk bangkit kembali.

“Ikut nobar apa nggak. “ Prilly mencoba bertanya kepada Felis

“Boleh, tapi kan aku nggak beli tiketnya? “ Felis menjawab pertanyaan Prilly dengan rasa bersalah, karena Felis tidak mengetahui kalau idolannya bakal datang di Jogja.

“Tenang aja, aku kemarin dikasih tiket 10 bangku, kalau mau aku kasih satu tiket. “

“Mau banget lah, apalagi sama Piyi mungil. “

“Ya udah, ini. “

“Makasih Mprill. “

“Sama-sama, sebenarnya aku yang bilang makasih sama kalian semua terutama pada komunitas yang selalu mendukungnku, soalnya aku tanpa kalian, aku juga nggak bisa sehebat ini. ”

Aku berjalan menuju bioskop disamping Piyi, suatu kehormatan bagiku bisa menjaga dan memeluk idolaku dari dekat. Prilly diserbu para fans-nya yang sangat ramai sehingga aku harus memeluk Piyi agar terhindar dari serbuan fans-fansnya.

Ngomong-ngomong aku tadi kesini kan sama Alifia, tapi kenapa sekarang malah sama Mprill. Aku langsung mencari Fia disekitar Prillvers, tapi aku tidak menemukan batang hidungnya.

Aku memutuskan untuk langsung menelpon Fia, ternyata Fia sudah nyampek di rumah. Padahal dia tadi mengejarku tetapi kenapa tidak mengikuti arah langkahku.

Akhirnya aku telpon Fia kalau sekarang aku lagi nobar bareng Piyi dan nggak usah khawatir, aku nanti pulang naik taksi aja.

Setelah sampai di rumah, aku langsung berlari menuju kamar dan mengambil buku diary kesayanganku untuk diisi dengan curhatan hatiku.

Diary ari

Ri, aku sekarang galau banget, aku tadi sedih karena Fanani pergi berdua dengan Quin dan aku melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri. Kemudian aku menampar pipi chubby Fanani dengan sangat keras sehingga membuat tubuh kekar Fanani terjatuh dengan sangat lemah.

Tetapi aku juga seneng banget Ri, karena disaat aku terpuruk Mprill dateng untuk menghiburku dan memberiku semangat, lalu ia juga mengajakkku untuk menemaninnya nobar film di Jogja City Mall, Ri.

Mulai hari ini aku nggak boleh sedih ri, karena piyi tadi bilang kalau aku sedih, maka ia juga sedih, jadi aku nggak mau bikin mprill sedih ri.

Maka, aku akan buktikan kepada semuannya Ri, kalau aku itu cewek yang tangguh yang bisa menghadapi semua cobaan terutama cobaan cowok yang suka selingkuh dengan sabar seperti Mprill.

Dan aku juga akan buktikan kalau aku adalah Mawar Kina Felisya yang bisa jauh lebih baik dibandingkan Quin yang hanya mengandalkan fisik dan rayuan gombalnya untuk bisa mendekati seseorang yang ia cintai, Ri.

Satu lagi, aku seneng banget karena aku bisa menjaga idolaku dari keramaian fans-fans fanatiknya dan itu juga suatu kehormatan bagiku untuk bisa menjaga seseorang yang sangat dibanggakan oleh Indonesia, yaitu PRILLY LATUCONSINA, Ri.

………………..

Liburan di Puncak

Felis memutuskan untuk berlibur bersama sahabatnya Alifia di Cisarua, Puncak Bogor, tempat yang dari dulu disukainya karena hamparan daratan yang masih asri belum tercemar polusi dan tempat yang cocok untuk menenangkan hatinya yang selama ini hancur gara-gara cinta.

Felis memilih penerbangan awal menuju Bogor, yaitu pukul 03.00 Pagi, alasannya memilih penerbangan awal karena ia ingin melihat Puncak Bogor pada saat pagi hari.

Felis berangkat menuju bandara ditemani ibundannya, karena Alifia sudah dari tadi menunggunya di bandara ini. Sesampai di Bandara Felis mencari sosok sahabatnya yang dari tadi suit untuk ditemukan, tiba-tiba Alifia sedang duduk di sudut pojok (Bandara Adisujipto).

“Heiiii, ngelamun mulu bu. “ Sapa Felis dengan nada yang mengaggetkan

“Hei sayang, kamu dari mana aja sih, aku cariin dimana-mana nggak ada. “ Alifia langsung nyolot untuk memulai obrolannya dengan Felis

“Biasa aja bu, kalau ngomong, biasa lah Felis dandannya suka lama. “

“Ohh gitu ya. “

“Ngomong-ngomong ngapain manggil aku ibu-ibu, emang bodiku kayak emak-emak arisan gitu ya?” Alifia tidak terima dengan panggilan Felis yang baru untuknya

“Nggak sih, kamu kan sahabatku paling modis yang aku punya. “ Felis menjawab dengan gombalan manisnya

“Gombalan kamu itu sudah sering aku dengar, tahu nggak. “

“Nggak. “

“Ya udah kita ke jadwal keberangkatan aja, soalnya Lima menit lagi pesawat jurusan Jogjakarta-Bandung akan lepas landas. “ Fia langsung menggandeng tangan Felis untuk menuju keberangkatan

“Oke sayang. “

“Mama aku berangkat dulu ya. “ Felis memberi kecupan di kening ibunya

“Tante, Felis sama Fia berangkat dulu ya. “ Fia juga memberi pelukan kepada ibunya Felis

“Okeee, hati-hati ya sayang. “ Ucap ibunda Felis dengan senyuman mengembang di bibir tipisnya

“Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Felis dan Alifia melambaikan tangan mereka ke arah Bu.Fida.

Rumahku, Ba'da Subuh, 14-05-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali