Ahmad Syaihu

Guru di MTsN 4 kota Surabaya, Lulusan S-1 Jurusan Geografi FPIPS IKIP Surabaya tahun 1990. Mulai menjadi PNS tahun 2000. Pengagkatan sebagai PNS pertama di SMPN...

Selengkapnya
Surabaya Berduka oleh Ulah Teroris Tak Bermoral

Surabaya Berduka oleh Ulah Teroris Tak Bermoral

Pagi ini Surabaya berduka atas ulah terorisme dengan melakukan pengeboman di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Katolik Santa Maria, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Apapun alasannya tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut menyesakkan hati kita semua yang mengaku dirinya bermoral dan beradap, sementara pelakunya adalah orang yang tak beragama ataupun bermoral.

Tidak ada satupun agama yang mengajarkan untuk membunuh orang lain dengan cara pengecut, kepada orang-orang yang sedang beribadah, Islam, Kresten, Hindu dan Budha tidak ada satupun yang mengajarkan umatnya berbuat seperti itu.

Bahkan di Ajaran Islam kita diperintahkan untuk menyingkirkan duri di tengah jalan untuk keselamatan orang yang melalui jalan itu, mana mungkin Islam mengajarkan membunuh orang tak berdosa dengan cara di bom atau bom bunuh diri.

Orang yang beragama diajari kasih sayang kepada sesama, sedangkan teroris tak mengenal kasih sayang.

Semua agama memerintahkan umatnya untuk toleransi, sementara teroris anti toleransi.

Semua agama mengajarkan untuk saling menghormati sesama manusia, teroris tak punya penghormatan pada sesamanya.

Dalam semua agama tak ada satupun yang memerintahkan membunuh jiwa yang hidup, maka teroris pastilah tidak beragama.

Wahai para teroris jangan usik keharmonisan kami masyarakat Indonesia yang meski berbeda suku, agama ras, tapi kami sudah menyatu menjadi bagian dari NKRI.

Wahai para teroris 11 nyawa melayang karena ulah pengecutmu, dan tunggulah balasan Allah baik di dunia maupun nanti di akherat , Allah akan mengadili kalian dengan seadil- adilnya.

Kami semua tidak takut dan gentar dengan ulah pengecutmu.

Rumahku, ba'da Asar, 13-05-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Iya, Pak. Ngeri sekali. Tadi saat sy sdg menulis cerpen langsung berhenti utk melihat berita di tv. Semoga situasi segera dapat diatasi.

13 May
Balas

Situasinya sudah terkendali, cuman memang Surabaya lagi berduka, ada acara Festival Rujak Ulek di Taman Bungkul digagalkan, dan banyak kegiatan yang mengundang banyak orang ditiadakan dulu sambil melihat perkembangan

13 May

Ada dalangnya .. Itu pak.

13 May
Balas

Pasti pak

13 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali