Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Sunsetku Yang Terlupakan (6)

Sunsetku Yang Terlupakan (6)

Sekolahpun akhirnya selesai. Aku pulang naik angkot karena kak Reza nggak bisa jemput dan Rayhan juga tidak masuk. Setelah sampai rumah, aku langsung berganti baju. Dan seperti biasa, aku pergi ke danau cinta untuk bersiap-siap melihat senja. Ya walaupun tidak ditemani Rayhan. Setidaknya rindu ini masih sampai di danau cinta. Aku mulai bersiap-siap untuk melihat indahnya senja. Aku selalu menatap alngit berharap senja akan segera muncul. 5 menit kemudian, matahari mulai tenggelam dan senjapun nampak. Aku mulai membuka buku harianku dan mulai menulis disana.

Wahai senja.

Kau sungguh indah nan menawan.

Indahmu bagai permata di lautan.

Sangat-sangat berkilauan.

Terima kasih senja.

Berkat kau aku bisa mengenal Rayhan.

Iya Rayhan, si pangeran senja.

Terima kasih juga untuk tuhan.

Berkat rahmatmu, kau mengizinkan

Untuk bertemu dengan rayhan dan

Menyayanginya dengan sempurna.

Setelah selesai melihat senja, akupun kembali ke rumah dan melakukan aktifitas seperti biasa. Saat aku sedang belajar, tiba-tiba handponeku berdering. Rayhan menelpon.

“Hallo Rayhan.” Sapaku lebih dulu.

“Hallo Tata, kamu udah makan belum?”

“Udah kok, kamu udah? Suara kamu kok serak?” tanyaku lagi.

“Sudah, ini lagi batuk biasa aja.” Ucapnya bohong.

“Oh, cepat sembuh batuknya.” Ucapku

“Makasih Tata, kamu nggak kangen sama aku?” tanyanya.

“Kangen kok, rasanya sepi nggak ada kamu.” Ucapku jujur.

“Cielah, kamu bisa aja.” Godanya sambil tertawa

“Hahaha.” Ucapku sambil tertawa juga

“Tenang, aku besok masuk kok.” Ucap Rayhan.

“Oke, aku tunggu di sekolah.” Ucapku semangat.

“Ya udah, udah malem, sampai bertemu besok putri senjaku.” Ucapnya.

“Sampai ketemu.” Ucapku sambil menutup telepon.

Sungguh bahagianya aku, memdapat telepon dari Rayhan. Lumayanlah bisa menjadi obat rindu. Aku bersiap-siap untuk tidur agar besok tidak kesiangan berangkat sekolah. Dan tentunya ku juga tidak sabar untuk bisa bertemu Rayhan.

Besoknya di sekolah, aku dan Rayhan sedang saling bertemu. Sungguh bahagianya aku melihat Rayhan yang selama ini aku rindu. Mungkin benar kata Viona dan Salsa, aku memang benar-benar cinta kepada Rayhan. Hati memang tidak bisa di dustakan.

Hari demi hari, aku lewati bersama Rayhan. Kita memang belum mengikat janji dalam suatu hubungan. Untuk saat ini kita masih sahabat, sahabat yang saling memendam perasaan satu sama lain. Semua hal kita lakuin bersama, seperti bermain bersama, belajar bersama, tertawa bersama dan menangispun kita bersama-sama. Dan kita tidak lupa untuk melihat indahnya langit senja bersama. Senja itu sudah indah, apalagi ditambah dengan Rayhan. Sangat-sangat indah. Ya tuhan, aku sangat beruntung bisa mengenal Rayhan.

Jakarta, 7 Mei 2016

Hari ini aku ada janjian dengan Rayhan, entah mau dibawa kemana, aku bahagia asal itu dengan Rayhan. Akupun bersiap-siap untuk pergi. Rayhan, menyuruhku untuk berdandan simple tapi cantik. OOTD-ku berwarna pink, rambut di gerai dan sedikit bergelombang di bawah, dan tidak lupa untuk membawa slinbag berwarna pink utuk barang pribadi. Tak lama kemudian, Rayhan pun datang k rumah untuk menjemputku. Aku pun segera cepat-cepat menghampiri Rayhan yang berada di ruang tamu bersama ayah. Setelah sampai, aku dan Rayhan meminta izin dan pamit kepada ayah. Kitapun segera pergi dengan menaiki sepeda motor kesayanagn Rayhan.

“Rayhan, kita ini sebenarnya mau kemana?” tanyaku.

“Kemana aja.” Jawab Rayhan tertawa.

“Iih Rayhan, aku serius.” Rengekku.

“Aku juga serius, tata.” Ucap Rayhan.

“Pokokya hari ini special.” Ucap Rayhan

“Gausa lihat-lihat.” Cueeku saat tahu Rayhan sedang tertawa melihat ekspresi kesalku lewat kaca spion.

Rumahku, 10-02-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

T O P deh ..Pa Guru.

10 Feb
Balas

Artikel ibu di koran lbh mantap dan bergizi

10 Feb
Balas

bisa aja

11 Feb

Artikel apapun selalu mantap..

10 Feb
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali