Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Ramadan Kurang Lengkap Tanpa Senyummu
Rahmatus Sakinah Dwiyanti (saat di Borobudur beberapa tahun yang lalu)

Ramadan Kurang Lengkap Tanpa Senyummu

Bulan Ramadan adalah bulan.penuh berkah, ampunan dan berlipatnya pahala yang kita terima dari Allah Swt, setiap kebaikan.yang kita tebarkan pada sesama.

Ramadan juga merupakan bulan kebersamaan dan keakraban dalam keluarga, karena banyak kegiatan yang bisa kita lakukan bersama anggota keluarga

Ramadan tahun ini terasa berat bagi keluarga kecil saya, dengan dua putri kesayangan dan satu istri tercinta kami hidup berbahagia di rumah sederhana, saya, istri, anak pertama yang sudah lulus dari UNESA, dan si bungsu Rahmatus Sakinah Dwiyanti.

Kebersamaan selalu kami lakukan berempat, kadang berlima dengan keponakan kami yang bernama Fahmi, mulai dari kegiatan di rumah, berbelanja, sampai pada kegiatan traveling yang selalu lakukan bersama.

Ramadan tahun lalu kami masih lengkap berempat, mulai saat makan sahur, jamaah subuh, kegiatan siang sesuai dengan aktivitas masing-masing. Saya harus berangkat kerja sebagai guru di MTsN 4 Kota Surabaya, yang berjarak hanya 7 km dari rumah di Gresik perbatasan Surabaya, Istri kebagian tugas sebagai ibu rumah tangga dan menjaga toko di depan rumah yang kami dirikan sejak menikah 25 tahunyang lalu.

Si sulung Izza Ainun Zahroh yang merupakan mahasiswa akhir di UNESA tahun lalu sedang menyelesaikan skripsi untuk meraih gelar sarjana, sementara si bungsu Rahmatus Sakinah Dwiyanti, siswa kelas 9 di MTsN 2 Kota Surabaya, yang selalu bersama saya saat berangkat dan pulang sekolah.

Rahmatus Sakinah yang punya hobi menulis bahkan saat kelas 8 di MTsN 2 Kota Surabaya, tahun 2017 , telah berhasil menerbitkan Novel dengan judul Teddy Bear I Love You, dari situlah saya ketularan menulis dan terus menulis menurut istilah orang Jawa "Kebo nyusu Gudel" (Orang tua mencontoh kebiasaan anaknya).

Saat Ramadan tahun lalu kami selalu bersama-sama untuk makan sahur, berjamaah sholat di Masjid belakang rumah, sholat taraweh dan tadarus juga kami lakukan di masjid bersama-sama, bahkan kadang saat makan sahur Rahma yang suka membangunkan kami semua.

Sampailah saat itu Bulan Juli 2019 Rahmatus Sakinah harus meninggalkan kami semua, akhirnya tibalah bulan Ramadan tahun kami tinggal 3 orang di rumah tanpa kebersamaan denganmu, tanpa kehadiranmu, tanpa melihat senyummu yang menawan, tanpa mendengar lagi rengekanmu ketika malam menjelang tidur ingin dibelikan nasi goreng.

Begitu berat perasaan kami semua, terutama dengan umiknya, yang selalu dekat dan manja, dengan kakanya yang selalu curhat dan sering bertengkar, dengan saya yang selalu bertanya dan diskusi masa depan kelanjutan studinya, itu dulu setahun yang lalu tapi kini engkau tega meninggalkan kami bertiga.

Seperti apa kondisimu sekarang di sana Rahmaku sayang, semoga kamu juga merasakan kerinduan untuk makan sahur bersama, nonton televisi bersama, berboncengan bersama saat berangkat dan pulang dari Madrasah, buka bersama, jalan-jalan bersama, tak terasa bulir-bulir air mata mengalir dari kelopak mata yang sudah ada tanda-tanda kerutan menujukkan usia saya yang sudah tak muda lagi.

Rahmaku yang sedang menuntut ilmu di Ponpes Darul Ulum Jombang Jawa Timur adalah mutiara kami, harapan kami sebagai anak solehah dan menjadi wanita muslimah di masa depan dengan segala prestasi yang dicita-citakan sejak kecil menjadi seorang dokter.

Ramadan tahun tanpa kehadiran Rahmatus Sakinah terasa berat, untuk kami sekeluarga, menahan rindu, menahan rasa untuk selalu bersama, tapi demi masa depanmu Rahma, kami semua mengihlaskan kepergianmu untuk menuntut ilmu, untuk jauh dari kami, untuk tidak bersama-sama lagi untuk sementara waktu, paling tidak sampai 3 Ramadan ke depan.

Ramadan yang penuh berkah dan ampunan juga menjadikan kami selalu bersyukur, selalu berdoa untuk kesuksesanmu dalam menggapai cita-cita muliamu, kami rela untuk berpisah sementara demi keabadian nantinya.

Selamat berjuang Anakku, di tempat yang jauh semoga keberkahan bulan Ramadan juga dicurahkan Allah kepadamu Rahma, untuk memudahkanmu menggapai bintang di langit dengan kaki tetap berpijak di bumi.

Ramadan tanpa kebersamaan denganmu adalah berkah tersendiri untuk kemandirianmu, meraih mimpi-mimpimu menjadi nyata dengan usaha yang sungguh-sungguh, Barokallah

Rumahku, 12-05-2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Nanda pergi sementara tuk meraih cita2nya,,

09 May
Balas

Benar Bu Elvia, Barokallah

09 May

Barakollah pk, smg ananda yang pertama meletakkan mahkota di kepala kedua orangtuanya. Amin

15 May
Balas

Memang perpisahan itu sangat berat, tetapi apa hendak dikata, kita rdka melepas di buah hati untuk mencapai cita-cita, semoga anak kita sukses ya Pak. Nasib kita sama, anakku sudah 4 tahun di Kota Malang menggali ilmu di Kota idamannya.

09 May
Balas

Barokallah Bu Syofni, semoga anak-anak kita menjadi anak soleh dan solehah

10 May

Semoga ananda menjadi anak yang sholikhah, tercapai apa yang dicita-citakan. Aaamiiin.

09 May
Balas

Alhamdulillah, Barokallah Bu Noor

10 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali