Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Ramadan akan Segera Pergi, Apa yang Telah Kita Dapatkan? (Seri Literasi Ramadan 29)

Ramadan akan Segera Pergi, Apa yang Telah Kita Dapatkan? (Seri Literasi Ramadan 29)

Tak kurang dari 9 jam yang datang kita akan ditimggal pergi Ramadan, yang sudah bertamu kita hampir satu bulan ini.

Bulan Ramadan yang penuh berkah dan maghfiroh akan meninggalkan kita, pulang kepada pemiliknya Allah Swt, dan insya Allah akan menyapa dan menemui kita setahun lagi, padahal seperti baru kemarin Ramadan menemui kita, dan sekarang sudah mau pergi.

Dalam hal perginya bulan Ramadan maka kita akan mengalami 10 kerugian besar, Apa saja dan kenapa?

1. Kita tak akan bisa melaksanakan puasa Ramadan, di luar bulan Ramadan, padahal puasa ramadan sebagai sarana pembelajaaran mengekang hawa nafsu selama sebuan penuh.

2. Kita tak akan bisa melaksanakan sholat taraweh berjamaah di masjid atau mushollah lagi, karena sholat taraweh hanya ada di bulan Ramadan

3. Kita tak akan bisa berbuka puasa bersama lagi, baik di rumah, di masjid, musholah atau di tempat-tempat lain, padahala buka puasa bersama akan menumbuhkan kebersamaan dan keberkahan bagi yang melaksanakan.

4. Kita tak bisa melaksanakan kewajiban membayar zakat fitrah maupun zakat maal, sebagai wujud kepedulian kepada sesame

5. Kita tak bisa lagi melaksanakan tadarus bersama di masjid, mushollah atau rumah, yang penuh manfaat dan pahala

6. Kita tak bisa lagi menikmati makan sahur yang penuh berkah,

7. Kita tidak bisa lagi saling berbagi makanan untuk orang yang berpuasa (memberikan takjil di rumah, ke masjid, di musholla, di panti asuhan, bahkan di jalan-jalan raya seperti pada saat Ramadan

8. Kita tidak bisa lagi menjumpai malam keberkahan (Lailatul Qodar) yang merupakan malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (84 tahun)

9. Kita tidak bisa lagi berjumpa dengan pahala yang berlipat-lipat dan hanya Allah yang akan membalas semua amal ibadah kita dengan balasan yang tidak terhingga karena ini adalah bulan-Nya Allah (Syahrullah) maka Allah yang memiliki wewenang untuk melipatgandakan balasan pada tiap amalan kita.

10. Kita tidak akan lagi dirindukan oleh Surga, karena hanya 4 golongan orang yang dirindukan oleh Surga salah satunya adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan.

Enam Golongan Orang dalam Memaknai Ramadan

Terus apakah selama bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini kita tergolong orang yang beruntung, merugi atau bahkan termasuk orang yang celaka

1.Golongan orang yang meindukan Ramadan.

Golongan ini menanti saat kedatangan Ramadan dan gembira apabila tiba waktunya. Mereka bersungguh-sungguh melakukan berbagai ibadah sepanjang Ramadan. Umat muslim yang seperti ini akan mendapat banyak kebaikan.

2. Golongan yang menganggap bulan Ramadan adalah bulan biasa.

Golongan ini menganggap keadaan mereka sama saja semasa bulan Ramadan dan di luar Ramadan. Ibadah mereka tidak meningkat daripada Ramadan sebelumnya. Orang-orang seperti ini termasuk orang yang merugi karena tidak memanfaatkan bulan Ramadan sebagai bulan penuh berkah.

3. Golongan orang yang berpura-pura alim pada bulan Ramadan.

Golongan ini hanya rajin beribadah pada bulan Ramadan. Namun setelah selesai bulan Ramadan, mereka kembali melakukan perbuatan dosa. Mereka ini termasuk ke dalam orang yang tertipu oleh setan.

4.Golongan orang yang Sekedar menahan lapar dan dahaga.

Golongan ini hanya menahan diri dalam lapar dan haus. Tetapi tidak menahan diri daripada membuat dosa seperti mengumpat, menghina dan memfitnah. Orang yang demikian pahala puasanya berkurang atau pun kosong.

5. Golongan orang yang tidak memanfaatkan waktu.

Golongan ini menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Mereka banyak tidur di siang hari dan berhibur pada malam ini. Orang-orang ini termasuk merugi karena tidak melakukan ibadah di bulan suci.

6. Golongan orang-orang yang celaka


Golongan ini tidak kenal Allah SWT. Mereka tidak peduli dengan salat dan puasa tetapi masih mengaku sebagai orang Islam. Mereka termasuk orang yang hina.

Dengan perginya bulan Ramadan yang penuh Rahmat, Berkah dan Maghfiroh, tentunya kita berharap dan berdoa kepada Allah Swt, agar dipertemukan dengan Ramadan tahun depan, agar kita bisa kembali memperbaiki kualitas amal ibadah, kualitas kehidupan kita, kualitas kerja kita, kualitas hubungan dengan masyarakatat dan lingkungan kita, kualitas karya dan tulisan kita, sehingga kita akan semakin baik, lebih baik dan tetap Istiqomah dalam kebaikan.

Rumahku, 29 Ramadan 1439 H/ 14 Juni 2018 Pak Guru yang sedang berburu ilmu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali