Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Tumpeng Nasi Kuning yang Menawan dan Menggoda Selera

Tumpeng Nasi Kuning yang Menawan dan Menggoda Selera

Filosofi Syukur & Pertolongan


Kebiasaan yang lazim lahir di masyarakat Indonesia, Nasi Tumpeng disajikan bertepatan dengan acara Kenduri maupun berbagai perayaan penting lainnya. Tumpeng sendiri konon memiliki keterikatan dengan keadaan alam Indonesia yang banyak dipenuhi dengan gunung berapi. Berdasarkan sejarahnya, nasi tumpeng dibuat secara khsus untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang ataupun arwah leluhur. Seiring waktu, kepercayaan inipun mulai bergeser saat masyarakat dipengaruhi budaya Hindu. Nasi Tumpeng sendiri kemudian dibuat berbentuk kerucut meniru bentuk gunung suci Mahameru tempat bersemayam dewa dewi. Ketika pengaruh Islam masuk ke nusantara, maka budaya inipun kemudian dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, Tumpeng sebagai bentuk syukur kita kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan kepada kita baik nikmat Iman, Islam, kesehatan, rezeki, umur, keluarga dan pekerjaan yang kita peroleh semuanya adalah Nikmat dari Allah Swt yang patut selalu disyukuri

Dalam Bahasa Jawa, tumpeng merupakan akronim dari kata yen metu kudu sing mempeng ( dalam Bahasa Indonesia berarti kalau keluar harus sungguh-sungguh ). Menuruti filosofi Jawa, biasanya Tumpeng disajikan dengan lauk pauk yang berjumlah 7 macam. Bukan tanpa alasan, angka 7 dalam filosofi Jawa yang berasal dari kata pitu memiliki arti sebagai pertolongan.

Dalam budaya Jawa sendiri, terdapat berbagai jenis tumpeng diantaranya Tumpeng Sangga Langit, Arga Dumilah, Tumpeng Megono dan Tumpeng Robyong.

Lauk–Pauk Pelengkap Tumpeng


Tak sekedar lauk, penyajian lauk pauk pada Nasi Tumpeng memiliki filosofi tertentu.
1. Nasi Kerucut
Perlambang sesuatu yang kita makan seharusnya berasal dari sumber halal, disamping itu bentuk ini merupakan sebuah arti harapan agar hidup selalu sejahtera.
2. Lauk
Lauk yang cukup penting dalam Nasi Tumpeng adalah ayam. Biasanya ayam yang dipilih merupakan ayam jantan yang dimasak dengan bumbu kuning serta diberi santan kental. Ayam Jantan dipilih sebagai filosofi untuk menghindari sifat buruk ayam jago diantaranya sombong, congkak dan suka memotong pembicaran serta merasa selalu benar.
3. Lele
Ikan lele merupakan symbol ketabahan, keuletan dalam hidup serta sanggup hidup dalam situasi paling rendah sekalipun.
4. Ikan Teri
Biasanya lauk teri ini digoreng tanpa tepung, dan merupakan perlambang kebersamaan dan kerukunan.
5. Telur Rebus Utuh
Telur merupakan perlambang jalan menuju kesempurnaan. Selain itu juga perlambang bahwa manusia diciptakan dengan fitrah yang sama, pembedanya hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya.
6. Sayur Urab
Sayur sayuran merupakan perlambang perlindungan dan pertumbuhan serta berbagai pemikiran matang dalam mempersiapkan kehidupan.
7. Cabe Merah Di Atas Tumpeng
Cabe merah biasanya diletakkan di puncak Nasi Tumpeng. Hal ini mengandung arti memberikan penerangan yang bermanfaat bagi orang lain.

Menyempurnakan Tradisi Tumpengan
Mengundang ataupun menyambut tamu dengan menu Nasi Tumpeng tentunya akan lebih sempurna dengan berbagai hidangan pendamping. Jika Nasi Tumpeng lengkap dengan berbagai filosofinya, kini Andapun bisa menyempurnakan sajian tersebut dengan berbagai makanan pendamping seperti Aneka Jajan Pasar, Es buah / Es Dawet / Es campur / Es teh, dan Aneka Buah Potong

Selain itu berbagai bahan masakan pilihan kami siapkan dengan melewati standar quality control yang bisa kami pastikan bahwa bahan yang kami pilih merupakan bahan pilihan terbaik berkualitas yang didapatkan juga dari sumber terbaik. Seperti halnya sajian kami, bahan-bahan masakan ini juga kami persiapkan dengan standar kebersihan dan juga kesehatan.

Mau menikmati nasi tumpeng?, monggo bisa bikin sendiri atau pesan di berbagai kuliner di sekitar kita.

Madrasahku, 10-10-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bisa aja pak guru kita ini, buat baper aja, (bawaan laper). Sepertinya nanti bila kopdar sy disediakan tumpeng seperti itu yah pak guru. Filosfi yg luar biasa. Terima kasih dan barakallah

10 Oct
Balas

Alhamdulillah, kpn Kopdarnya

10 Oct

Gambarnya menggoda selera Pak..Terima kasih ilmu tentang filosofi tumpengnya...Barakallah...

10 Oct
Balas

Waktunya makan siang, gambarnya harus menggugah selera makan, lebih nikmat lagi kalau makannya bersama-sama dengan teman atau keluarga, mantabs

10 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali