Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya

Namaku Natasya Bella Olivia (6)

Selesai mandi, aku sama bunga membangunkan yang lain, karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.

“Bidadari, Billa, bangun yuk, sudah jam tujuh pagi ini.” Aku membangunkan Salma dan Aulia.

“Bentarrr, ya, habis ini aku mau mandi kok.” Jawaban terbata-bata Salma dan Aulia sambil menguap.

“Amanda, Kezia, bangun, bangun, bangun, sudah jam tujuh ini.” Bunga membangunkan Amanda dan Kezia.

“Yaya, nanti aku juga mandi kok, setelah Salma dan Aulia.” Amanda dan Kezia juga menjawab.

“Ya udah, kalian mandi dulu ya, aku sama Bunga mau lari pagi di sekitar taman hotel.” Aku meminta izin ke mereka untuk lari pagi bersama Bunga.

“Ya sana cepetan.” Kezia menjawab.

Aku dan Bunga segera keluar dari hotel dan turun menuju taman yang berada di lantai bawah. Setelah itu, aku lari pagi selama setengah jam untuk mengelilingi taman hotel. Lari pagi selesai, aku bergegas ke ruang gym yang termasuk fasilitas hotel, jadi kita tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk pergi ke tempat gym yang berada di hotel yang kita tempati.

Satu jam Sudah, Aku dan bunga nge-gym di tempat yang sangat nyaman dan tidak luput dari unsur kebudayaan Indonesia. Kursi dan meja yang berada di ruangan gym itu terbuat dari kayu dengan ukiran asli Jogjakarta.

Habis lari pagi dan nge-gym, aku dan Bunga bergegas ke kamar hotel, karena sahabat-sahabatku pasti sedang menunggu aku dan bunga untuk berenang bersama.

Setelah lari pagi, nge-gym dan berenang. Aku dan sahabat-sahabatku segera ke kamar untuk bersih-bersih, karena habis ini aku dan sahabat-sahabatku akan makan di restoran hotel yang menyediakan makaanan khas Indonesia.

Sore harinya, Aku, Salma, Aulia, Amanda, Bunga dan Kezia pergi ke café Pinus Pengger Dlingo. Aku memilih café itu karena pemandangan sejuknya seperti kota Jogjakarta sekalian melihat matahari tenggelam. Selain melihat sunset, aku juga ingin foto-foto cantik bersama sahabat baikku karena spot foto di café Pinus Pengger Dlingo ini sangat kekinian.

“Heyyyy, kalian mau pesen apa?” Aulia bertanya kepada kita semua.

“Pesen jus aja ya, makananya nanti aja!” Bunga menjawab pertanyaan Aulia.

“Okeee, foto-foto dulu aja yuk, sekalian habis ini kan ada sunset jadi pasti suasananya cantik.” Salma tidak sabar untuk segera foto-foto di spot hutan pinus yang memanjakan mata para pengunjung.

Saat foto bersama, kita semua kompak untuk memilih gaya berfoto dan busana untuk foto. Apalagi, Salma dan Amanda, ia begitu cantik memakai baju berwarna Merah dipadupadankan Abu-abu untuk rok yang panjangnya hanya mencapai lutut. Penampilannya sangat sempurna dengan tambahan (wejhes) berwarna Putih juga tas selempang kecil.

Selain Salma dan Amanda. Aku, Aulia, Bunga, Kezia, penampilannya juga sangat cantik dengan atasan berwarna Merah dan bawahan apa aja yang penting cocok saat dipakai untuk pergi ke café pada malam hari.

Sehabis foto bersama, kita lanjut untuk pesan makanan dan minuman. Sambil menunggu makanannya datang, aku dan sahabat-sahabatku ngobrol cantik tentang persahabatan kita, agar selamanya tetap baik-baik saja.

“Selama satu setengah tahun persahabatan kita, selama ini kita masih belum punya nama persahabatan yang cantik. Gimana kalau sekarang kita buat nama itu?” Amanda memulai pembicaraan.

“Boleh juga, sekalian nanti kita buat social media dengan nama persahabatan kita, foto-foto kebersamaan kita juga nanti di masukkan social media.” Aulia menyetujui ajakan Amanda untuk membuat nama persahabatan.

“Bagaimana kalau nama persahabatan kita itu diambil dari nama panggilan masing-masing.” Bunga mengeluarkan ide pintar-nya.

“Okeee, tapi kayaknya susah deh, kalau makai nama kita satu per satu.” Kezia tidak menyetujui ajakan Bunga, karena menurutnya susah.

“Mendingan kita makai nama (nama persahabatan??????) ini aja deh!” Salma memberi ide untuk nama persahabatan.

“Iyaaaa, itu aja, bagus loh dan kekinian banget.” Aku menyetujui usulan Salma tadi.

Selesai makan dan membuat nama persahabatan, aku mengajak sahabat-sahabatku untuk segera balik ke hotel karena sudah jam Sembilan malam, nanti takut kemalaman dan nggak bisa bangun besok pagi, untuk melanjutkan liburan akhir tahun di kota budaya Indonesia yaitu kota Jogjakarta.

Bersambung,

Dini hari di Rumah Sakit, menunggu orang tua sakit, 14-04-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tetap sabar dan tawakal Pak, semoga cepat sembuh untuk orang tuanya Pak AS. Aamiin ....

14 Apr
Balas

Aamin Barokallah, makasih pak SY atas doanya

14 Apr

Semoga segera diberikan kesembuhan pada orang tua pak Ahmad Syaihu. Baarakallah...Pak.

14 Apr
Balas

Makasih doanya ibu, semoga doanya diijabahi Allah Swt, Aamiin

14 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali