Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya

Namaku Natasya Bella Olivia (5)

Jam weker transparan berwarna coklat berada di meja kecil sebelah tempat tidur kita semua berbunyi secara bersamaan dengan suara nyaring khas jam weker pada umumnya.

Aku dan sahabat-sahabatku langsung bangun dari tidur lelapku diiringi mimpi indah yang mengiringi tidurku dari tadi. Setelah bangun, aku segera mengambil jam weker dan mematikannya karena suara kerasnya menganggu pendengaranku.

Setelah itu, aku dan sahabat-sahabatku segera mandi secara bergantian karena kamar mandi yang tersedia di kamar hanya dua sedangkan kamar hotelku berjumlah enam orang.

Setelah mandi, aku langsung ganti piyama, karena sekalian nanti tidur. Aku cuman Makai piyama untuk ngopi cantik di café atas hotel sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan ngobrol-ngobrol santai.

“Sudah siap semua, yuk jalan.” Aku mengajak sahabat-sahabatku untuk segera keluar dari hotel dan menuju café di atas.

“Bentar, aku ambil uang dulu.” Kezia masih mau mengambil uang.

“Tomboy, pembayarannya jadi satu di atm aku aja.” Aulia menyuruh Kezia untuk menjadikan satu, semua pembayaran selama liburan nanti.

“Okeeee.”

Ketika berada di café atas, aku dikejutkan dengan pemandangan alam yang luar biasa asli. Sejuk dan masih belum tercemar keramaian kota. Saat memandang ke langit, bintang-bulan bersinar tanpa henti dan ia bersedia untuk menyinari malam spesialku ini.

“Billa, buat vlog yuk.” Aku mengajak Aulia untuk membantuku membuat vlog.

“Yuk, sekalian nih, masak pemadangan gini di sia-siain gitu aja!” Aulia menerima tawaranku tadi.

“Sebelum kalian buat vlog, kita foto-foto dulu aja.” Salma mengajukan usul.

“Ohhh iya, lupa bidadari, mbak bisa minta tolong.” Aku menjawab ajakan salma sekaligus meminta tolong kepada pelayan yang berada di depanku.

“Iya bisa, mau minta tolong apa.” Pelayan berwajah asli Jogja tersebut menyetujui permintaanku.

“Fotoin kita semua ya, pakai kamera ini.” Salma menjawab pertanyaan pelayan tadi sambil menyodorkan kamera miliknya yang tidak luput dari tas kecilnya.

“Okeeeee, sekarang kalian siap-siap ambil pose.” Pelayan itu baik itu menyuruh kita untuk segera pose karena kamera siap untuk memotretnya.

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

“Cekrekkk. “

Suara bidikan kamera bermerek Canon milik Salma itu memotret kita dengan hasil sangat cantik seperti langit pada malam ini.

Selesai foto-foto bersama, kita semua segera pesan coffee dan makanan pendampingnya yang sekirannya tidak terlalu banyak menambah lemak di badan kita.

Semua acara pada malam hari ini, sudah selesai tepat pada pukul sepuluh malam. Setelah acara selesai semua, sahabat-sahabatku segera kembali ke kamar untuk tidur, karena suasana di atas semakin malam semakin dingin.

Sebelum kembali ke kamar tadi, aku berbicara sedikit kepada bintang dan sahabat-sahabat cantikku.

“Bulan-Bintang, terima kasih untuk malam indah yang kau berikan ini. kalianlah yang akan menjadi saksi persahabatan tulus kita.” Aku berbicara kepada Bulan-Bintang sambil memeluk sahabat-sahabat baikku.

“Ahhh, Billa terharu.” Aulia merapatkan pelukan di pundak kita

“Persahabatan kita sudah berjalan satu setengah tahun, pokoknya kita harus baik-baik terus sampai selamanya.” Amanda berbicara sangat bijak dengan meneteskan air mata.

“Tambah terharuuu.” Salma berbicara sambil meneteskan air mata dari kedua mata indahnya.

“Pokoknya kalau nggak ada angin pasti nggak ada api. Kalau persahabatan kita nggak ada yang memulai pasti akan baik-baik aja.” Bunga menambahkan pepatah persahabatan.

“Iyaaa, selamanya kita pasti akan jadi Best Friend Forever.” Kezia menjawab pepatah yang dilontarkan dari bibir cantik Bunga.

“Udah ah, jangan nangis, entar muka kalian di video jelek.” Aku menyuruh mereka untuk berhenti menangis.

“Kita dari tadi di video sama kamera vlog.” Salma sangat kagettt karena sahabat-sahabatku dari tadi tidak aku bilangin kalau ada orang yang diam-diam aku suruh untuk mengambil video kita.

“Gapapalah, kan malam ini akan menjadi sejarah persahabatan kita. Suatu saat nanti video ini akan di putar lagi, supaya kalian ingat akan kenangan kalau dulu kita pernah nangis-nangis di saksikan Bulan juga Bintang.”

“Udah lah, kita sekarang ke kamar yuk, udara semakin dingin aja nih.” Kezia mengajak kita semua untuk segera ke kamar hotel.

“Yukkkk.”

Keesokan harinya, aku baru membuka mata, kemudian aku membuka jendela hotel yang langsung mengarah ke pedesaan asri jogja. Sahabat-sahabatku belum ada yang bangun cuman bunga aja. Aku tidak membuang-buang waktu untuk terus berdiam diri di atas tempat tidur, maka aku langsung mandi agar nanti tidak antri karena habis ini kita mau berenang di kolam renang hotel. (Bersambung)

Rumahku, ba'da subuh, 13-04-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali