Ahmad Syaihu

Guru di MTsN 4 kota Surabaya, Lulusan S-1 Jurusan Geografi FPIPS IKIP Surabaya tahun 1990. Mulai menjadi PNS tahun 2000. Pengagkatan sebagai PNS pertama di SMPN...

Selengkapnya
Mengapa Kita Harus Menulis?

Mengapa Kita Harus Menulis?

Bagi kita sebagai seorang guru menulis adalah suatu keniscayaan, beberapa alasan kita menulis adalah sebagai berikut:

'Menulis adalah memahat peradaban' (Helvy Tiana Rosa), adalah ungkapan betapa pentingnya menulis untuk menghasilkan karya dalam memahat dan mewarnai peradaban. Perubahan peradaban dimulai dengan adanya karya berupa buku, dari buku lahir teknologi, lahir peralatan, lahir kesenian, lahir berbagai macam peralatan bagi kemudahan hidup manusia.

Mengapa kita harus menulis? (Much. Khoiri dalam bukunya 'Write or Die : Jangan Mati Sebelum Menulis Buku', terbit tahun 2017), merinci beberapa alasan kita harus menulis :

1. Menulis itu kewajiban, sebagaimana firman Allah Swt, dalam surat Al Alaq ayat 1-5 yang artinya 'Bacalah atas nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan qalam/pena. Yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya'. Bahwa kewajiban manusia untuk belajar dengan membaca dan kemudian menuliskannya adalah hal yang pertama muncul dalam Alqur'an, menjadikan kedudukan belajar (membaca dan menulis) merupakan kewajiban utama orang-orang yang beriman.

2. Menulis itu pada hakekatnya melatih berfikir, karena dari apa-apa yang kita baca baik dari bahan bacaan, kitab suci dan buku-buku maupun dari kita membaca dan belajar dari alam beserta isinya yang merupakan mahluq ciptaan Allah Swt, kita akan dilatih mengolah data dan fenomena alam yang kita baca kita wujudkan dalam tulisan, perlu campur tangan otak agar kita berfikir dengan baik sehingga menghasilkan tulisan yang baik dan bermutu.

3. Menulis sebagai sumber penghidupan, Jika mneulis adalah sumber penghidupan tidak ada pilihan lain kecuali menulis! Menulis wajib dihayati dan ditunaikan, bagaimana dengan kita sebagai Guru yang menulis mungkin bukan sumber penghidupan? Minimal penulis akan menjadi tambahan penghasilan dari hasil karya tulisan kita, baik berupa artikel, buku dan hasil tulisan lain, sehingga kita harus serius meningkatkan kualitas tulisan kita agar bernilai secara ekonomis.

4. Menulis sebagai Identisan pribadi kita, Jika kita ingin mengenalkan diri kita dengan kelebihan maka salah satunya dengan menjadi penulis, banyak tokoh dalam hal ini penulis terkenal dan menjadi milyader karena karya-karya tulisannya. JK. Rowing dengan Harry Potternya, Andrea Herata dengan Laskar Pelanginya, Hamka dengan Di bawah Lindungan Ka'bah, dan masih banyak tokoh dunia lain dalam bidang kepenulisan yang menjadikan dirinya terkenal dan berbeda dengan orang lain.

5. Menulis untuk Warisan Peradaban, ketika kita sudah menghasilkan tulisan dalam bentuk buku, maka sebenarnya kita telah meninggalkan warisan peradaban untuk generasi yang akan datang, buku kita tetap akan dibaca meski kita nantinya sudah tiada, mungkin untuk beberapa generasi yang akan datang, maka tinggalkanlah warisan yang bermutu dan bermanfaat, sehingga kita akan mendapatkan jariah pahala dari yang telah kita hasilkan.

6. Menulis untuk Berbagi dan Meninspirasi dan Menyebarkan Virus Literasi , tulisan kita adalah identitas kita, semangat menulis kita dan hasil karya kita akan bermanfaat untuk kebaikan semua, tulisan dan pesan-pesan moral dan kebaikan dalam buku kita akan terus dinikmati dan mengispirasi, menyemangati bahkan (mungkin mengompori) orang lain untuk berbuat yang melebihi apa yang dipesankan dalam tulisan kita. Semakin banyak orang yang terinspirasi dan termotivasi dengan tulisan kita, berarti semakin berhasil kita dalam rangka menyebarkan virus literasi kepada semua orang, dan sekali lagi akan ada apresiasi bagi kita, entah berbentuk tambahan penghasilan, tambah sahabat dan teman, atau hanya sekedar rasa bangga terhadap hasil karya kita.

Selamat menulis, selamat berkarya untuk harkat dan martabat kita.

Madrasahku, 17-04-2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Siap, laksanakan.

17 Apr
Balas

Teruslah menulis dan berkarya ibu

17 Apr

Siap, Bapak. Saya masih harus banyak belajar, mohon bimbingannya.

17 Apr
Balas

Ibu Usrotun sudah banyak menulis dan bahkan bukunya tinggal cetak saja, terus semangat

17 Apr

Iya, Pak. Mohon doanya.

18 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali