Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Literasi Ramadan (7) Semangat Emak-Emak Berburu Ilmu

Literasi Ramadan (7) Semangat Emak-Emak Berburu Ilmu

Hari ini, Rabu 15 Mei 2019, kita memasuki hari kesepuluh Ramadan 1440 H, saya awali bangun untuk mengadap Sang Khaliq untuk bersujud dan bermunajat di sepertiga malam terakhir.

Setelah bersantap sahur bersama keluarga, sambil menunggu adzan subuh saya sempatkan bertilawah meski hanya mendapatkan 2 lembar Al qur'an, Alhamdulillah.

Setelah terdengar azan subur dari Masjid Al Hibah yang persis di belakang rumah, saya dan istri menuju ke masjid. Sebelumnya kami melaksanakan sholat qobliyah subuh di rumah karena menurut keterangan beberapa ulama sholat sunah rowatib lebih afdhol dikerjakan di rumah.

Jamaah subuh pun kami lalui dengan lancar. Setelah melaksanakan dzikir dan doa kami pun bersalaman dengan jamaah lain yang alhamdulillah masih bertahan lima shaf jamaah laki-laki dan 4 shaf jamaah ibu-ibu.

Sampai di rumah istri meletakkan mukena dan sajadah, lalu kami berdua menuju pondok Darul Falah 47 yang letaknya hanya 100 meter dari rumah. Kami akan mengikuti kajian kitab kuning yang diselenggarakan ba'da subuh selama bulan Ramadan.

Jamaahnya juga tidak terlalu banyak, hanya sekitar 40 orang terdiri dari jamaah bapak-bapak sekitar 15 orang dan jamaah ibu-ibu sekitar 25 orang. Rata-rata usianya sudah di atas 40-50 tahun. Bahkan ada yang sudah berusia 60 tahun, tetapi tetap bersemangat meskipun hanya mendengarkan Ustad Moh. Abbas pemangku Pondok. Beliau dengan telaten memberikan materi tentang tingkatan-tingkatan keimanan seseorang yang selalu naik turun.

Semangat para Emak-Emak dan Bapak -Bapak luar biasa. Begitu jamaah Subuh selesai, mereka bergegas menuju Pondok untuk tolabul ilmi sebagai bekal untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan sebagai bekal untuk menyempurnakan ibadah menghadap Allah Swt.

Mengaji kitab kuning dengan menggunakan pengantar bahasa jawa memang sudah jarang dilakukan, hanya ada di pondok-pondok pesantren, atau masjid tertentu, dan biasanya pada bulan Ramadan seperti ini ngaji kitab kuning rutin dilakukan, kadan sesudah sholat subuh atau menjelang berbuka puasa.

Di kalangan pondok pesantren ngaji kitab kuning termasuk salah satu materi yang diajarkan. Para santri wajib bisa untuk bekal terjun ke masyarakat nantinya.

Tak terasa 30 menit waktu kajian berakhir. Kami pun berdoa kepada Allah Swt dan Sholawat kepada Rasulullah Saw. Setelah itu jamaah pengajian saling bersalaman lalu pulang ke rumah masing-masing dengan mendapatkan ilmu yang insyallah bermanfaat.

Rupanya semangat Emak-Emak dan Bapak-bapak dalam mencari ilmu mengharapkan keberkahan ilmu sebagaimana sabda Nabi Saw, yang artinya ," Ya Abu Dzar, sungguh pagi-pagi kamu belajar satu bab dari kitab Allah, lebih baik bagimu dibanding kamu shalat sunah 100 rekaat, dan pagi-pagi kamu mengajarkan satu masalah ilmu pengetahuan, dan diamalkan atau tidak, adalah lebih baik dibanding kamu shalat sunah 1000 rekaat" (HR.Muslim)

Rumahku, pak Guru sedang mencari ilmu 10 Ramadan 1440H/ 15-05-2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantul....

16 May
Balas

Barokallah

16 May

Subhanallah....waktunya begitu full kegiatan yang sangat berarti. Semoga sehat selalu Pak Haji. Barokalloh

17 May
Balas

Selalu ada yang harus ditulis, kreatif, saya salut Pak, semoga sehat selalu, Barakallah

15 May
Balas

Barokallah Bu Anies, saling berbagi dalam kebaikan pada sesama

15 May

Salut buat sang guru yang super kreatif di tengah padatnya jadwal namun istiqomah dalam tetap menulis selamat menunaikan ibadah puasa semoga lancar hingga tibanya berbuka

15 May
Balas

Alhamdulillah Ibu, harus kita buat waktu khusus menulis dan berbagi di Gurusiana, agar kita terus istiqomah menebar kebaikan pada sesamanya

15 May

Energic.. emak-emak super. Barakallah...pak Ahmad

15 May
Balas

Alhamdulillah Bu Noor Saidah, merasakan sendiri khan Emak-emak itu memang huebaaat, Barokallah

16 May

Mantap.. selalu mencari ilmu dan semangat berbagi..

15 May
Balas

Alhamdulillah Bu Ani, Barokallah

15 May

Luar biasa. Salut untuk pak guru satu ini. Semoga ramadan tahun ini bisa lebih baik dari tahun sdh sebelumnya. Aamiin.

15 May
Balas

Barokallah Bu Asri Arofah, mari terus berbagi

15 May

MasyaAllah Ustadz yang baca aja ikut ayem apalagi yang njalani...

15 May
Balas

Alhamdulillah Bu Nur, mari terus berbagi meski hanya berupa tulisan, semoga manfaat barokah

15 May

ALhamdulillah..ya pak bisa belajar dan membagi. Barokallah...sehat terus pak

16 May
Balas

The Power of Emak-emak

15 May
Balas

Barokallah seperti judul Buku ya Bu Dosen, semangat berburu ilmu dan berbagi ilmu

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali