Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Family Gathering MTsN 4 Surabaya (3) Jalan Tol Surabaya Probolinggo Sesuatu Banget
3 Armada Bis Pariwisata yang akan menemani rombongan dalam wisata keluarga di Pulau Bali 5-7 Juli 2019

Family Gathering MTsN 4 Surabaya (3) Jalan Tol Surabaya Probolinggo Sesuatu Banget

Pagi ini rombongan Family Gathering MTsN 4 Kota Surabaya yang berjumlah 178 orang akan memulai perjalanan wisata ke Pulau Dewata Bali memggunakan 3 armada Bis Pariwisata.

Perjalanan dimulai dari Surabaya Pukul 07.00 WIB, menggunakan akses Jalan Tol Trans Jawa bagian Timur Propinsi Jawa

Inilah Jalan Tol yang diresmikan Presiden Jokowi April 2019 yang lalu

Mimpi menyambung Merak hingga Banyuwangi dengan jalan tol kian mendekati kenyataan. Kemarin (10/4) ruas tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) seksi Grati-Nguling, Nguling-Sumberasih, dan Sumberasih-Leces yang membentang sepanjang 31,3 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo.

Dengan diresmikannya tiga seksi di ruas Paspro, tol trans-Jawa sudah mencapai 962 kilometer. Untuk tembus ke Banyuwangi, tinggal menuntaskan 186 kilometer lagi.

“Kalau nanti dari Merak sampai Banyuwangi itu 1.148 kilometer, berarti kurang 186 kilometer, insya Allah tembusnya tahun 2021,” ujar Jokowi di gerbang tol Probolinggo Timur kemarin. Dengan adanya tol, kata Jokowi, masyarakat memiliki pilihan bertransportasi. “Mau cepat silakan lewat tol. Mau normal, silakan lewat jalan normal yang ada,” ucapnya.

Dari aspek ekonomi, tol membuat mobilitas manusia dan barang bisa lebih cepat. Selain itu, akses ke tempat-tempat wisata lebih mudah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar akan terdongkrak. “Tapi, proses-proses itu tidak instan. Memerlukan proses dan tahapan-tahapan menuju ke sana,” tuturnya.

Setelah diresmikan presiden, ruas tol Paspro akan beroperasi untuk umum. Sebagai tahap awal, tarif akan digratiskan dalam waktu satu sampai dua pekan sambil menunggu penetapan tarif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tol di Jawa Timur sangat diperlukan. Sebab, aktivitas di jalan nasional sangat padat. Berdasar perhitungannya, tol Paspro akan mengurangi kepadatan hingga 60 persen di jalan nasional wilayah tersebut.

Presiden Joko Widodo meresmikan tol Trans Jawa ruas, Pasuruan Probolinggo (Paspro). Tol ini akan mendekatkan Surabaya Probolinggo dengan waktu tempuh 1 jam. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Selain itu, lanjut dia, tol Paspro akan mempermudah akses wisata. “Ini akan membantu kawasan Bromo, Tengger, Semeru, sebagai pariwisata strategis nasional,” ujarnya.

Ke depan, kata Khofifah, jika ruas tol Pandaan-Pakis juga beroperasi, peluang bongkar muat kargo dari Malang bisa terbuka. “Sehingga pertumbuhan ekonomi di Jatim akan mengalami percepatan yang luar biasa,” imbuhnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengungkapkan, pihaknya masih menunggu pengajuan prakarsa dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Pasuruan yang dalam hal ini PT Waskita Karya untuk kelanjutan seksi IV tol Paspro dari Leces sampai Gending.

“Untuk desain jaringan atau trase sudah kami tetapkan dari Km 31 lanjut sampai ke Km 45. Saya harap bisa dikerjakan secara paralel dengan ruas Probolinggo-Banyuwangi yang akan dikerjakan Jasa Marga,” tuturnya.

Danang mengungkapkan, desain dan trase seksi IV sudah rampung. Setelah izin prakarsa diselesaikan BUJT, ada proses pengadaan tanah. “Proses pengajuan 2 tahun maksimal. Harapan kita 1,5 tahun selesai,” katanya.

Selain mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo, tol trans-Jawa diharapkan mendukung akses ke kawasan wisata Ijen dan sekitarnya jika tol Probowangi tersambung. Selain itu, mendukung pertumbuhan industri dan pergudangan. “Saya lihat wilayah tapal kuda ini potensial untuk industri, pergudangan, dan logistik untuk mendukung wilayah Indonesia Timur,” jelasnya.

Tol Paspro akan memangkas waktu perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo dan sebaliknya. Dari sebelumnya 2,5 hingga 3 jam menjadi hanya sejam. Konektivitas yang lebih baik bakal membuka peluang bangkitnya potensi di daerah yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dari Probolinggo, kami lanjutkan menyusuri jalur Pantura menuju Banyuwangi melalui, Situbondo, Asembagus sampai Banyuwangi, tapi rombongan akan berhenti untuk makan siang sekaligus sholat duhur di RM Itamaraya Situbondo

Di atas Bis, 05-07-2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali