Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Family Gathering (7), Patung GWK, Sunset dan Pagelaran Tari Kecak GWK
Berpose di depan replika Patung GWK, sesudah menyaksikan pagelaran Sendratari Kecak Garuda Whisnu Kencana

Family Gathering (7), Patung GWK, Sunset dan Pagelaran Tari Kecak GWK

Hari kedua perjalanan wisata keluarga besar MTsN 4 Kota Surabaya diakhiri menuju destinasi wisata yang sudah sangat terkenal yaitu Patung Garuda Wisnu Kencana di kawasan Bali bagian Selatan.

Patung Garuda Wisnu Kencana lokasinya di dalam area taman budaya di kawasan tempat wisata Ungasan Bali. Nama tempatnya Taman Budaya GWK Bali. Alamat taman budaya Garuda Wisnu Kencana berada di Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jika anda berangkat dari bandara Ngurah Rai menuju lokasi tempat wisata Garuda Wisnu Kencana, akan menempuh jarak 12 kilometer. Untuk mempermudah anda menemukan lokasi Garuda Wisnu Kencana Culture Park, mohon gunakan peta di bawah ini!

Area GWK cultural park berada di ketinggian 263 meter dari permukaan laut dengan luas tanah 67 hektar. Karena lokasi tanah berada di ketinggian, maka dari lokasi objek wisata GWK Bali, pengunjung dapat melihat pemandangan indah Bali selatan.

Setiap hari kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana, selalu ramai dengan kunjungan wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Hal utama yang membuat banyak wisatawan tertarik berlibur ke taman budaya GWK Bali, adalah untuk melihat patung Garuda Wisnu Kencana (Patung Dewa Wisnu ukuran raksasa, yang menunggangi burung Garuda).

Di areal Kompleks Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang memiliki keistimewaan sebagai patung tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan Patung Liberti di Amerika Serikat.

Tentunya ada alasan yang membuat patung Garuda Wisnu Kencana menjadi ikon pariwisata Bali. Karena patung GWK memiliki tinggi 121 meter, dengan lebar patung 65 meter. Jika dibandingkan dengan tinggi patung Liberty di Amerika, yang hanya 93 meter, maka patung GWK Bali lebih tinggi 28 meter. Desain dari patung GWK, di awal perencanaan di desain memiliki tinggi 150 meter, dengan lebar 64 meter. Saya kurang tahu pasti kenapa tidak jadi dibangun dengan tinggi 150 meter. Kemungkinan ada kendala di biaya.

Di areal ini disamping kita bisa menyaksikan Patung Garuda Wisnu Kencana, sore hari bisa menyaksikan Sunset, di balik dinding batu yang terpahat (dipahat oleh para pemahat Bali di bawah pimpinan Nyoman Nuarta, pematung terkenal dari Bali yang merupakan inisiator pendirian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai salah satu icon wisata budaya Bali di bagian selatan.

Tarian Kecak Garuda Wisnu Kencana adalah tarian yang selalu dipentaskan di kompleks lapangan GWK setiap malam dengan jadwal pementasan tipa hari pukul 18.30 WITA.

Sajian panorama alam yang indah nan eksotik GarudaWisnu Kencana Cultural Park atau dikenal dengan GWK Cultural Park tentunya menjadi keasrian tersendiri untuk menonton pagelaran seni dan budaya khususnya pertunjukkan tari. Diambil dari cerita kitab Adi Parwa, tari Kecak Garuda Wisnu ini menceritakan tentang perjalanan Sang Garuda yang harus rela menjadi tunggangan Dewa Wisnu demi Tirta Amerta di surga untuk mengentaskan sang ibu dari perbudakan.

Sesuai legenda, tari Kecak Garuda Wisnu ini dikemas apik dan sangat sakral, dimana pertunjukkan tarian ini dibawakan oleh puluhan laki-laki tanpa membawakan alat musik, kemudian berbaris dan melingkar lalu mengangkat kedua tangannya sambil menyerukan kata “cak,cak,cak” secara berirama di telinga. Suguhan tarian kecak ini menceritakan kisah Dewa Wisnu dengan Sang Garuda sebagai tunggangannya. Cerita dimulai oleh para bidadari dan raksasa penjaga surga yang sedang bercanda ria, tiba-tiba kedatangan Sang Garuda dianggap asing dan mengganggu maka sontak para raksasa penjaga surga bersama Dewa Indra sang penguasa surga berusaha menangkapnya namun kekuatannya melebihi para raksasa penjaga surga.

Tarian Kecak di GWK Cultural Park ini bisa anda nikmati setiap hari pada pukul 18.30 WITA sembari menikmati pemandangan sunset. Selain Tarian Kecak, GWK Cultural Park juga menyuguhkan beragam sajian tarian tradisional lainnya, seperti tarian Barong, Kera, Rangda, Joged Bumbung, Balinese Parade dengan pakaian tradisional, dan live music oleh Trio Acoustic.

Kamar 328 Hotel Nirmala Badung Bali, 7 Juli 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Liburan memberi manfaat utk pembaca. Barakallah. Smangat berlibur.

07 Jul
Balas

Baroksllah Bu Ratih, berbagi pengalaman lewat tulisan, semoga bisa menginspirasi pada sesama untuk terus berliterasi

07 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali