Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Esensi Zakat Fitrah adalah Solidaritas Sesama Muslim (Seri Literasi Ramadan 24)

Esensi Zakat Fitrah adalah Solidaritas Sesama Muslim (Seri Literasi Ramadan 24)

Hari ini kita telah menyelesaikan puasa di hari ke-24, dan memasuki malam ke-25 Ramadan 1439 H, semoga apa yang telah kita lalui bernilai di hadapan Allah Swt, dan semua amal ibadah kita diridhai oleh Allah Swt, Amiin.

Di sepuluh hari terakhir Ramadan, fenomena yang ada di masyarakat yaitu banyak masyarakat yang melaksanakan kewajiban untuk membayar zakat fitrah, zakat maal, maupun infaq dan sedekah, baik diserahkan kepada Bazis (Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh), di masjid, musholla, pondok pesantren, sekolah/madrasah, maupun di instansi pemerintah dan swasta yang menyelenggarakan penerimaan, pengelolaan dan penyaluran berbagai macam zakat, ada juga masyarakat yang menyerahkan Zakat maal, infaq dan sedekah langsung kepada yatim piatu, fakir miskin dan janda-janda miskin untuk melengkapi ibadah puasa kita.

Kewajiban mengeluarkan Zakat fitrah sangat erat berkaitan dengan ibadah puasa Ramadan,dalam sebuah Hadits dinyatakan:

“Puasa bulan Ramadan terkatung-katung di antara langit dan bumi.Ia tidak dapat diangkat ke hadirat Allah melainkan dengan mengeluarkan zakat fitrah.” (HR. Ibnu Syahin dari sahabat Jarir / At-Tarhib wa at-Tarhib, II, hlm. 151-152 ).

Seperti sore tadi saya mengantarkan anak saya untuk membagikan sedekah kepada para janda yang sudah tidak punya penghasilan, di kampung saya ada sekitar 40-an wanita yang mendapatkan sedekah.

Malam harinya di Masjid Al Hibah yang terletak di belakang rumah, panitia santunan anak yatim, membagikan 12 santunan kepada 12 anak yatim piatu dan anak-anak yang dari keluarga kurang mampu, masing-masing anak mendapatkan Rp. 500.000,- untuk menggembirakan mereka di hari Raya Idul Fitri yang sudah di depan mata.

Dana santunan anak yatim dan anak duafa, berasal dari donator dari warga sekitar dan dari beberapa donator tetap yang peduli dengan anak yatim. Kita memang diberi tanggung jawab untuk merawat, menyantuni dan mendidik anak yatim dan dhuafa agar menjadi muslim yang taat, dan bisa mengentas mereka menjadi orang-orang yang sukses di kemudian hari, karena ini adalah perintah Rasulullah Saw.

Rasululloh saw. bersabda, “Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk setiap helai rambut yang disentuhnya akan memperoleh satu pahala, dan barangsiapa berbuat baik terhadap anak yatim, dia akan bersamaku di Jannah seperti dua jari ini.” Ketika mensabdakan hadits ini Rosululloh saw. berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Sudahkan kita membersihkan harta benda kita dengan mengeluarkan zakatnya? Mari masih ada 6 hari menuju Idul Fitri, kita yang tahu harta kita dan yang wajib kita keluarkan zakatnya.

Malam ini, sejak malam ke-21 anggota Remas Al Hibah berkeliling kampung dengan membawa gerobak untuk mengambili zakat fitrah dari seluruh warga, yang dikeluarkan berupa beras sebanyak 2,7 kg perjiwa, dengan membawa rekap catatan mereka mendatangi dari rumah ke rumah untuk mengambil zakat fitrah, semangat anggota Remas patu diacungi jempol, karena mereka memudahkan para wajib zakat, dalam membayar zakatnya, dan dikumpulkan di Serambi masjid untuk ditimbang dan dikemasi sesuai dengan kebutuhan untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

Esensi zakat fitrah adalah menanamkan semangat solidaritas kepada sesama manusia dan menjadi pengingat setiap muslim agar mempunyai jiwa kasih sayang (rahim sosial) kepada fakir miskin. Perasaan kasih sayang, saling mencintai dan menolong sesama adalah tujuan ibadah puasa sebagai gerbang keadilan sosial.

Dalam kaitan ini patut direnungkan spirit yang ditanamkan Islam bahwa zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah, bukanlah suatu kedermawanan yang diberikan orang-orang kaya kepada orang-orang miskin, tetapi merupakan kewajiban yang diamanahkan Allah di tangan orang-orang kaya untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Rumahku, 24 Ramadan 1439 H/ 09-06-2018 Pak Guru yang sedang berburu ilmu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Zakat membersihkan harta yang dimiliki...njih pak haji...? Kewajiban yang diperintahkan Allah untuk berbagi pada sesama. Indahnya Islam sebagai rahmatan lil alamin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jun
Balas

Alhamdulillah, selalu sehat dan barokah semoga kita bisa mengakhiri Ramadan tahun ini dan bertemu dengan Lailatul Qadar, ibu

10 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali