Ahmad Syaihu

'Manulislah dengan hati, dan niatkan untuk ibadah, karena tulisan anda akan menjadi warisan peradaban bagi generasi yang akan datang' Guru di MTsN 4 kota Surab...

Selengkapnya
Bersyukurlah atas Nikmat Allah
Nasi kotak menu makan siang sedekah dari teman guru yang bersyukur atas nikmat Allah Swt

Bersyukurlah atas Nikmat Allah

Siang ini ada yang sedang berbagi makan siang di MTsN 4 Kota Surabaya, Ibu Hj. Widiyanah guru IPS di MTsN 4 Kota Surabaya bersyukur dengan cara berbagi nasi kotak untuk makan siang, bapak/ibu guru dan pegawai di tempat kerja kami.

Salah seorang putri Bu Hajjah demikian biasanya ibu Widiyanah dipanggil telah menyelesaikan tahapan kuliah dan sekarang sedang menjalani tugas sebagai Co-As (Asisten dosen di Fakultas Kedokteran Umum Universitas Hang Tuah Surabaya), setelah 4,5 tahun menjalani perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Swasta ternama di Surabaya.

Ketika saya mengucapkan terima kasih atas nasi kotaknya, Ibu Hajjah menyampaikan bahwa tasyakuran dengan berbagi makan siang ini agar putri sulungnya lancar dalam melaksanakan tahapan perkuliahan sampai mencapai gerar dokter sampai dua tahun ke depan.

Memang bersyukur atas nikmat Allah adalah suatu perintah yang harus kita laksanakan karena dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat kepada kita, sebaliknya apabila kita kufur terhadap nikmat Allah, maka siksa Allah lebih pedih pada orang yang kufur nikmat.

Dalam Islam ada 3 cara mengungkapkan syukur kepada Allah yang dirangkum dalam beberapa sumber rujukan yaitu :

Pertama, syukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Kuasa.

Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Allah yang diperolehnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. "Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah melalui ucapan alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah, dengan mengucapkan Alhamdulillahirrobil aalamiin

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Hal ini dengan menggunakan nikmat Allah pada jalan dan perbuatan yang diridhai-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta'ati aturan Alloh dalam segala aspek kehidupan

Sikap syukur perlu menjadi kepribadian setiap Muslim. Sikap ini mengingatkan untuk berterima kasih kepada pemberi nikmat (Allah) dan perantara nikmat yang diperolehnya (manusia). Dengan syukur, ia akan rela dan puas atas nikmat Allah yang diperolehnya dengan tetap meningkatkan usaha guna mendapat nikmat yang lebih baik.

Bersyukur dengan tindakan juga bisa dilakukan dengan berbagi atau bersedekah yang diberikan kepada orang orang di sekitar kita, pada keluarga dan kerabat, tetangga dan rekan sejawat dalam pekerjaan atau organisasi, misalnya dengan membagikan makanan, pakaian, uang, sesuai dengan kemampuan kita.

Selain itu, bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah merupakan salah satu kewajiban seorang muslim. Seorang hamba yang tidak pernah bersyukur kepada Allah, alias kufur nikmat, adalah orang-orang sombong yang pantas mendapat adzab Allah SWT.

Allah telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengingat dan bersyukur atas nikmat-nikmatNya: “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.” (QS al-Baqarah:152)

Akan tetapi, belum termasuk orang yang bersyukur mengucapkan hamdalah tetapi juga menggunakan rizki Allah untuk maksiat.

“Syukur berasal dari kata syakaro-yasykuru yang artinya mensyukurinya,memujinya atau berterima kasih.ada juga yang mengartikan syukur ini adalah membuka lawan dari kafaro (menutup)

Apabila seorang muslim bersyukur maka syukur itu akan membuka nikmat lainnya. Sebaliknya, ketika seorang Muslim kufur sesungguhnya itu perbuatan dosa. “Allah SWT berfirman dalam Alqurqan surat Ibrahim ayat 7 yang artinya "Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih,”

Dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa kata syukur lawan katanya adalah kufur (menutupi nikmat). Syukur konsekuensinya adalah bertambah nikmat sedang kufur konsekwensinya adalah siksa.

Maka marilah senantiasa kita bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita, sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kita sebagai seorang muslim

Menu makan siang berupa nasi kotak sangat sangat tepat disajikan di saat yeng tepat ketika, perut sedang keroncongan, tapi saya tak terarik sama sekali, karena saya sedang puasa.

Madrasahku, 16-04-2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Barakallah pak Syaichu. Di tangan jenengan semua hal bisa jadi tulisan. Salut.

16 Apr
Balas

Alhamdulillah Pak Agus.tulisan apa adanya

16 Apr

Barokallah Pak

16 Apr
Balas

Alhamdulillah Bu, sepulang dari Kalimas ada syukuran di MTsN 4, Aamiin

16 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali