Ahmad Syaihu

Guru di MTsN 4 kota Surabaya, Lulusan S-1 Jurusan Geografi FPIPS IKIP Surabaya tahun 1990. Mulai menjadi PNS tahun 2000. Pengagkatan sebagai PNS pertama di SMPN...

Selengkapnya
 Sambut Idul Fitri 1439 H dengan 5 Hikmah  (Seri Literasi Ramadan 28)

Sambut Idul Fitri 1439 H dengan 5 Hikmah (Seri Literasi Ramadan 28)

Hari ini, kita memasuki tanggal 28 Ramadan, Insya Allah besuk kita akhiri puasa Ramadan 1439 H ini dengan berbagai macam kesan dan harapan, dan tentunya kita akan sambut datangnya hari kemenangan dengan rasa syukur yang mendalam kepada Allah Swt.

Ya momen hari kemenangan yang kita kenal dengan hari raya Idul Fitri, merupakan penutup dari puasa Ramadan yang sudah kita jalani dalam waktu satu bulan, dengan harapan seluruh amal ibadah kita baik yang wajib seperti puasa, sholat fardu, zakat fitrah, tadarus, tilawah dan mengkaji Al Quran mudah-mudahan, semuanya diterima Allah Swt, dan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Demikian juga ibadah sunah yang kita lakukan selama Ramadan seperti sholat taraweh dan witir berjamaah, sholat tahajut, sholat duha, sholat tasbih, sholat taubaat, sholat hajat dan sholat sunah lainnya yang kita lakukan, sedekah, infaq, memberi makanan orang yang sedang berpuasa, serta amalan-amalan sunah lainnya juga semoga diterima oleh Allah Swt, dan diberi balasan pahala yang berlipat ganda.

Hari Raya Idul Fitri memiliki beberapa hikmah, antara lain hikmah ketauhidan, ketaqwaan dan keimanan, hikmah kegembiraan dan kesyukuran, hikmah kepedulian sosial, Hikmah persatuan dan kesatuan dan hikmah kefitrahan.

1. Hikmah Peningkatan Ketaqwaan Kepada Allah Swt

Dalam menyambut ‘Idul Fitri, disunnahkan bagi kita untuk banyak mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid sebagai bentuk penegasan dan pembaharuan deklarasi iman dan tauhid. Itu berarti bahwa identitas iman dan tauhid harus selalu kita perbaharui dan kita tunjukkan, termasuk dalam momen-momen kegembiraan dan perayaan, dimana biasanya justru kebanyakan orang lalai dari berdzikir dan mengingat Allah.

“… dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa Ramadhan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya yang diberikan kepadamu, dan supaya kamu (lebih) bersyukur” (QS. Al-Baqarah: 185).

Nah jika kita tetap banyak bertakbir, bertasbih, bertahmid dan bertahlil serta berdzikir mengagungkan Allah, pada momen kemenangan, keberhasilan, kegembiraan dan perayaan yang biasanya melalaikan – maka harapannya, pada momen-momen dan kesempatan-kesempatan lain, insyaa-allah akan lebih mudah lagi bagi kita untuk bisa menjaga dan melakukan itu semua.

Karena itulah bukti bahwa, kita telah berhasil dan sakses dalam menjalani ibadah puasa beserta seluruh rangkaian amal ibadah yang menyertainya selama bulan Ramadan. Bukankah tujuan dan goal utama dari ibadah Ramadan adalah untuk mendapatkan ijazah taqwa ?

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu (lebih) bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

2. Hikmah Rasa Syukur dan Kegembiraan

Hikmah kedua yang sangat menonjol dari momen idul fitri adalah hikmah kegembiraan dan kesyukuran. Ya, semua kita bergembira dan bersuka ria saat menyambut Idul Fitri seperti sekarang ini. Dan memang dibenarkan bahkan disunnahkan kita bergembira, berbahagia dan bersuka cita pada hari ini. Karena makna dari kata ‘ied itu sendiri adalah hari raya, hari perayaan, hari yang dirayakan. Dan perayaan tentu identik dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah menegaskan itu dalam hadits shahihnya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Selain puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang langsung akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua momen kegembiraan: kebahagiaan ketika ia berbuka (baca: berhari raya fitri), dan kegembiraan lain ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kesturi.” (HR. Muttafaq ’alaih).

3. Hikmah Mencapai Kesucian Lahir Batin

Biasa juga dikatakan bahwa, dengan hadirnya Idul fitri berarti kita kaum muslimin kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Dan itu benar. Karena jika benar-benar dioptimalkan, maka Ramadan dengan segala amaliah istimewanya adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini.

Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dan ridha Allah), maka niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Muttafaq ‘alaih).Nah setelah kebersihan diri, kesucian jiwa dan kefitran hati itu kita dapatkan kembali, sehingga kita menjadi bak bayi suci yang baru dilahirkan ibunya, atau ibarat lembar kertas putih nan bersih, marilah pada hari raya fitri ini kita tuluskan niat, bulatkan tekad dan kuatkan semangat untuk menjaga kebersihan, kesucian dan kefitrahan itu seterusnya dalam hidup kita.

Sehingga sebisa mungkin jangan lagi kembali kepada dosa-dosa yang akan membuat noda-noda baru. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

4. Hikmah Tumbuhnya Kepedulian Sosial antar Sesama

Islam adalah agama peduli. Oleh karenanya uammatnyapun adalah ummat peduli. Dan sifat serta karakter kepedulian itu begitu tampak nyata dan terbukti secara mencolok selama bulan mulia yang baru saja berlalu. Dimana semangat berbagi dan spirit memberi melaui sunnah berinfak dan bersedekah serta kewajiban berzakat, begitu indah menghiasi hari-hari penuh peduli sepanjang bulan Ramadan. Dan itu semua tidak lain dalam rangka meniru dan mencontoh keteladanan terbaik dari Baginda Rasul tercinta shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari Ibnu ‘Abbas berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, lebih-lebih pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril ‘alaihis salam menemuinya, dan adalah Jibril ‘alaihis salammendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, untuk bertadarus Al Qur’an dengan beliau. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih ermawan dengan kebajikan daripada angin yang bertiup (HR. Muttafaq ‘alaih).

Dan kewajiban kita sekarang, di hari fitri ini, adalah menjaga keistiqamahan dengan melanjutkan semangat berbagi dan karakter memberi sebagai bukti taqwa ini, pasca Ramadan pada hari-hari kehidupan kita selanjutnya.

5. Hikmah Kebersamaan dan Persatuan antara sesama Muslim

Kita mengawali Ramadan 1439 H secara bersama-sama, baik antara sesama organisasi kegamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, dengan Pemerintah dan insya Allah akan mengkhiri Ramadan tahun ini secara bersama-sama pula, maka kemeriahan, keguyuban dan persatuan antara umat beragama dengan pemerintah akan nampak semakin akrab.

Selama Ramadan, suasana dan nuansa kebersamaan serta persatuan ummat begitu kental, begitu terasa dan begitu indah. Mengawali puasa bersama-sama (seharusnya dan sewajibnya), bertarawih bersama (disamping jamaah shalat lima waktu juga lebih banyak selama Ramadan), bertadarus bersama, berbuka bersama, beri’tikaf bersama, berzakat fitrah bersama, dan beriedul fitri bersama (semestinya!).

Dan hal itu karena memang ibadah dan amaliah Ramadan serta ‘Idul Fitri adalah bersifat jama’iyah, kolektif, dan serba bersama-sama. Tidak bisa dan tidak boleh sendiri-sendiri.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Berpuasa itu adalah pada hari dimana kalian semua berpuasa (secara bersama-sama), dan ber -Idul fitri itu adalah pada hari dimana kalian semua beeiedul fitri (secara bersama-sama), demikian juga dengan Idul Adlha, yaitu pada hari dimana kalian semuanya beridul adha (secara bersama-sama).” (HR Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu kita semua patut bergembira dan bersyukur setiap kali bisa memulai puasa Ramadan secara serempak, berbareng dan bersama-sama, tanpa ada perbedaan dan perselisihan yang berarti ( kecuali dari beberapa kelompok kecil Ummat yang tetap “istiqamah” dengan pilihan “madzhab” uniknya masing-masing). Begitu pula dalam berbahagia menyambut dan merayakan ‘Idul Fitri atau ‘Idul Adha, saat terjadi secara serempak.

Selamat menyambut Idul Fitri dengan menggapai Hikmah yang terkandung di dalamnya, saya beserta keluarga mengucapkan Taqqoballahu Minna Waminkum....

Rumahku, 28 Ramadan 1439 H/ 13 Juni 2018 Pak Guru yang sedang berburu ilmu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Taqobalallahu minna wa minkum. Semoga kriteria itu terhapai Aamiin.

13 Jun
Balas

Alhamdulillah Barokallah, semoga kita peroleh titel Taqwa ya pak

13 Jun

Semoga semua hikmah tersebut terinternalisasi dalam kehidupan kita terutama paca hari raya Idul Fitri

13 Jun
Balas

Alhamdulillah pak, Insya Allah kita bisa memperoleh hikmah dan bisa menjadi keseharian kita setelah idul fitr nanti pak Mulya

13 Jun

Moga kita dapat hikmah-hikmah dari pelaksanaan idul fitri dan Allah SWT selalu meridhoi kita... Aamiin.

13 Jun
Balas

Alhamdulillah Barokallah pak Setyo, semoga kita termasuk yang mendapatkan ijazah Taqwa, selepas Ramadan ini

13 Jun

Taqobbalallohu minna waminkum, taqobbal ya kariim.... Barakallohu fiikum...

13 Jun
Balas

AlhamDulillah Barokallah

13 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali